Jika monyet itu bisa berbicara, barangkali ia akan bertanya: bukankah manusia yang membangun gardu? Bukankah manusia yang mengetahui bahayanya? Bukankah manusia yang bertugas memastikan pengamanannya?
Tentu, itu hanya imajinasi. Tetapi imajinasi tersebut menyimpan pengingat penting: jangan biarkan keberadaan seekor satwa menjadi penjelasan terakhir atas sebuah peristiwa yang menyangkut tanggung jawab manusia dan keandalan sistem.
Sebagai Ketua PWI Batam, saya memandang kasus ini juga menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat dan transparan. Pers tidak bertugas menghakimi pihak yang sedang menjalani proses hukum. Namun, pers berkewajiban mengawal pertanyaan publik, memeriksa perkembangan penyelidikan, dan memastikan penjelasan mengenai blackout tidak berhenti pada cerita tentang monyet yang naik ke trafo.
Apa yang menyebabkan gangguan? Bagaimana sistem pengamanan bekerja? Apa yang perlu diperbaiki? Dan bagaimana masyarakat dapat diyakinkan bahwa langkah pencegahan yang memadai telah dilakukan?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu penting bagi masyarakat sekaligus bagi PLN Batam. Sebab, kepercayaan tidak hanya dibangun ketika listrik menyala, tetapi juga ketika sebuah persoalan dijelaskan secara terbuka dan ditindaklanjuti dengan perbaikan yang nyata.








