NatunaZona Headline

Miris, Emak Emak Harus Merangkak Naik Kapal Pelni di Subi

319
×

Miris, Emak Emak Harus Merangkak Naik Kapal Pelni di Subi

Share this article
Kondisi pelabuhan penumpang di Subi cukup memprihatinkan. Sarana tangga turun naik kapal sepertinya belum memadai. (Foto: Aulia Rahman)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Miris, begitulah gambaran penumpang kapal Pelni yang naik maupun turun di pelabuhan Pulau Subi, Kabupaten Natuna. Terutama emak emak dan anak anak harus merangkak saat menaiki tangga pelabuhan.

Kondisi ini sejak lama berlangsung tanpa ada perhatian pihak terkait. Padahal pelabuhan ini digunakan untuk pelabuhan penumpang, layaknya pelabuhan tikus.

BACA JUGA:  LAM Batam Ubah Simpang Pantek Jadi Simpang Junjung Budaya, Siapkan 46 Nama Baru Simpang dan Bundaran

Penumpang kapal harus berjalan di titian anak tangga yang tidak ramah yang dibentang seperti jembatan titian. Lengah sedikit, bakal terjatuh ke laut atau tersangkut.

Santi, seorang penumpang kapal perintis mengaku cemas saat turun ataupun naik ke kapal ketika lewati titian tangga tersebut. Bahkan beberapa emak emak harus dituntun agar aman lewati anak tangga.

BACA JUGA:  Krisis Air Batam Kian Suram, PT Air Batam Hilir Didesak Angkat Kaki: Alasan Klasik Bakal Jadi Warisan Budaya?

“Takut juga, tapi mau gimana lagi. Berisiko,” ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Kabupaten Natuna, Allazi tak menampik hal itu. Hanya di pelabuhan Pulau Subi dikatakannya belum tersedia fasilitas tangga penyeberangan penumpang.

“Ya perlu kita rancang nanti, sejauh ini tangga penyeberangan yang sudah tersedia itu di pelabuhan pulau Serasan dan Midai. Di pulau Subi memang belum tersedia, karena disinggahi kapal perintis dan kapal RoRo, tidak begitu tinggi dari pelabuhan” ujarnya.