“Dia (Fahrudin) terbukti melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal,” tegas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2015 tersebut.
Sementara paman Ahmad, Munif mengatakan, dari informasi yang dia dapatkan, keponakannya itu sempat mengomentari status Facebook Fahrudin terkait miras. Setelah dikomentari, Fahrudin lalu meminta Ahmad untuk datang ke lokasi pesta miras.
“Keponakan saya ini katanya mengomentari status pelaku. Katanya ‘pesta miras kok nggak diajak’. Kemudian pelaku meminta Ahmad ini datang,” kata Munif.
Setelah datang, lanjut Munif, minuman di lokasi yang didatangi Ahmad habis. Ia menduga inilah yang menjadi pemicu cekcok hingga akhirnya terjadilah perkelahian.
“Memang keduanya ini teman satu desa. Cuman beda RT. Entah itu karena pengaruh miras, jadi pelaku tega menghabisi nyawa keponakan saya,” tukas Munif.
Sumber: detik.com













