Aldhino menambahkan, di tengah pesta miras itu Fahrudin dan Ahmad cekcok. Mereka saling ejek hingga akhirnya terjadilah perkelahian maut di parit tersebut. Kala itu Fahrudin yang setengah sadar benar-benar kalap menghajar sahabatnya sendiri.
“Lokasi pesta miras tak jauh dari lokasi kejadian tempat ditemukannya korban tergeletak usai keluar dari parit. Saat berkelahi keduanya juga dalam kondisi mabuk,” tambah Aldhino.
Akibat perkelahian itu Ahmad tumbang tak sadarkan diri. Sebenarnya saat itu, kata Aldhino, keluarga berusaha memberikan pertolongan maksimal kepada Ahmad. Mereka cepat-cepat membawa Ahmad ke puskesmas terdekat. Namun, kondisi Ahmad saat itu memang tengah meregang nyawa.
“Sempat dilarikan ke puskesmas, tapi karena kritis korban dirujuk ke RSUD Ibnu Sina. Namun, nyawa korban tidak terselamatkan akibat tersedak lumpur di lokasi kejadian hingga mengganggu pernapasan,” beber Aldhino.
Hingga sekarang belum diketahui pasti kata-kata apa yang memicu keduanya cekcok saat pesta miras. Polisi masih mendalami keterangan Fahrudin lebih lanjut.
Yang jelas, berdasarkan bukti-bukti yang dikantongi-mulai rekaman video, keterangan para saksi, hingga hasil autopsi- polisi tak ragu untuk menetapkan Fahrudin sebagai tersangka.













