Hingga akhirnya hasil autopsi jenazah Ahmad dari RSUD Ibnu Sina Gresik keluar di hari yang sama saat keluarga menggelar tahlil. Dokter forensik menyatakan ke polisi bahwa ada luka memar di kepala sebelah kiri. Selain itu, ditemukan air bercampur lumpur di saluran pernapasan dan pencernaan Ahmad. Ini diduga karena kepala Ahmad dibenamkan ke air parit saat perkelahian terjadi.
“Ada lumpur di area saluran pernapasan dan di pencernaan. Terutama di bagian paru-paru hingga lambung,” terang Kanit Resmob Polres Gresik Ipda Komang Andhika Haditya Prabu membeberkan hasil autopsi itu kepada detikJatim, Minggu (24/12) malam.
Setelah mengantongi hasil autopsi, Resmob Polres Gresik langsung bergerak cepat untuk mengamankan Fahrudin. Polisi lantas menggali keterangan Fahrudin untuk mencari kronologi pasti hingga motif perkelahian tersebut.
Perkelahian di parit itu berawal dari miras jahanam yang menyebabkan Fahrudin hilang kendali. Duo sahabat itu sempat pesta miras.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdan mengungkapkan, Ahmad dan Fahrudin sejatinya adalah sahabat dekat. Mereka seling jalan bersama karena memang tinggal berdekatan.
“Keduanya merupakan teman yang cukup dekat dan kerap nongkrong bersama. Sebelum ditemukan tewas, mereka menggelar pesta minuman keras,” ungkap Aldhino, Senin (25/12/2023).













