Pulau Rempang juga rencananya akan mempromosikan pariwisata alam setempat, seperti konservasi alam, taman burung, zona sejarah, serta kawasan agrowisata terpadu.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan selain menjadi kawasan industri dan wisata, Airlangga juga menginginkan Pulau Batam sebagai pusat energi terbarukan yang memanfaatkan panas matahari.
“Proses pengolahan energi solar (matahari) di Batam nantinya dari hulu ke hilir, sehingga dapat mengekspor energi ke Singapura dan negara lain. Saya ingin Batam menjadi daerah sumber renewable energy terbaik di Indonesia,” ujarnya dilansir dari Katadata.
Kawasan Rempang dibangun untuk mendukung Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam di wilayah Batam, Bintan, dan Karimun. Hingga saat ini jumlah investasi pengembangan Kawasan Rempang Eco-City Batam telah mencapai Rp43 triliun.
Airlangga menginginkan target investasi awal sebesar Rp50 triliun dapat digenapkan oleh PT MEG sebagai pengembang.
“Dalam 2 tahun terakhir, di 2022 kalau tidak salah investasinya Rp18 triliun. Kemudian, investasi sebelumnya Rp25 triliun,” ujarnya.
Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau sebesar 5,09% dan Batam sebesar 6,84% merupakan bekal awal untuk membangun Rempang Eco-City. Kini proses pengembangan hanya tinggal menunggu peraturan presiden dan penyelesaian kendala teknis di lapangan.













