Batam Punya CeritaZona Headline

Mega Proyek Rempang: Galaunya Warga Tergusur dari Tanah Leluhur, Begini Kata Menteri Bahlil

296
×

Mega Proyek Rempang: Galaunya Warga Tergusur dari Tanah Leluhur, Begini Kata Menteri Bahlil

Share this article
Menteri Investasi Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia meninjau kawasang Pulau Rempang, Batam yang akan dibangun mega proyek wisata Rempang Eco-City Batam, Minggu (13/8/2023). (ist)
banner 468x60

Pulau Rempang juga rencananya akan mempromosikan pariwisata alam setempat, seperti konservasi alam, taman burung, zona sejarah, serta kawasan agrowisata terpadu.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan selain menjadi kawasan industri dan wisata, Airlangga juga menginginkan Pulau Batam sebagai pusat energi terbarukan yang memanfaatkan panas matahari.

“Proses pengolahan energi solar (matahari) di Batam nantinya dari hulu ke hilir, sehingga dapat mengekspor energi ke Singapura dan negara lain. Saya ingin Batam menjadi daerah sumber renewable energy terbaik di Indonesia,” ujarnya dilansir dari Katadata.

BACA JUGA:  Jangan Hanya Galak ke Rakyat Kecil, Aktivis Tantang Li Claudia Berantas Reklamasi Ilegal dan Deforestasi

Kawasan Rempang dibangun untuk mendukung Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam di wilayah Batam, Bintan, dan Karimun. Hingga saat ini jumlah investasi pengembangan Kawasan Rempang Eco-City Batam telah mencapai Rp43 triliun.

Airlangga menginginkan target investasi awal sebesar Rp50 triliun dapat digenapkan oleh PT MEG sebagai pengembang.

“Dalam 2 tahun terakhir, di 2022 kalau tidak salah investasinya Rp18 triliun. Kemudian, investasi sebelumnya Rp25 triliun,” ujarnya.

BACA JUGA:  Li Claudia Ngamuk di Kampung Jabi: Setop Tambang Ilegal atau Pidana Menanti!

Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau sebesar 5,09% dan Batam sebesar 6,84% merupakan bekal awal untuk membangun Rempang Eco-City. Kini proses pengembangan hanya tinggal menunggu peraturan presiden dan penyelesaian kendala teknis di lapangan.