Batam Punya CeritaZona Headline

Mega Proyek Rempang: Galaunya Warga Tergusur dari Tanah Leluhur, Begini Kata Menteri Bahlil

296
×

Mega Proyek Rempang: Galaunya Warga Tergusur dari Tanah Leluhur, Begini Kata Menteri Bahlil

Share this article
Menteri Investasi Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia meninjau kawasang Pulau Rempang, Batam yang akan dibangun mega proyek wisata Rempang Eco-City Batam, Minggu (13/8/2023). (ist)
banner 468x60

Perwakilan masyarakat Pulau Rempang juga menegaskan bahwa meskipun mereka dengan tulus menyambut pembangunan yang akan dilaksanakan di Pulau Rempang, hak atas lahan yang telah mereka gunakan selama ini perlu diakui.

“Kami juga mengungkapkan penolakan terkait rencana penggusuran makam yang sudah ada, karena makam tersebut adalah tempat peristirahatan terakhir bagi orang tua dan leluhur masyarakat setempat,” ujar salahs seorang perwakilan masyarakat setempat.

BACA JUGA:  Hanya Karena Utang Rp300 Ribu, 5 Penagih Koperasi Keroyok Warga Tiban Batam hingga Babak Belur

Mega Proyek Pembangunan Rempang

Diberitakan sebelumnya program Pengembangan Kawasan Rempang ini digadang-gadang bakal menyerap hingga 300.000 tenaga kerja dengan nilai investasi Rp 381 triliun hingga 2080. Hampir 18 tahun rencana ini tertunda sebenarnya akibat berbagai polemik.

Kini anak perusahaan Artha Graha milik Tomy Winata yakni PT Makmur Elok Nugaraha (MEG)mengantongi Surat Keputusan (SK) Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPJL-PSWA) dan SK Pelepasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK).

BACA JUGA:  Kualitas Pembangunan Kepri 2025: Mengapa Tanjungpinang Bisa Melampaui Batam?

PT MEG kemudian kemudian secara resmi memberi nama proyek ini “Rempang Eco-City”. Pulau Rempang rencananya akan menjadi kawasan pariwisata sekaligus industri dengan konsep “Green Zone”.

Kawasan ini dibangun dengan luas kurang-lebih 165 km². Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi menjanjikan kawasan wisata Pulau Rempang bakal memudahkan koneksi antarpulau sekitar.