KesehatanNatunaZona Headline

Nyawa Balita Bukan Uji Coba: Heboh Menu MBG Basi di Pering, Emak-Emak Natuna Trauma!

23
×

Nyawa Balita Bukan Uji Coba: Heboh Menu MBG Basi di Pering, Emak-Emak Natuna Trauma!

Share this article
MBG. (Foto: Ilustrasi)
banner 468x60

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Kepala SPPG Bandarsyah, Asih, angkat bicara. Ia mengklaim bahwa secara prosedur, makanan yang dimasak sudah melalui pengecekan. Bahkan, ia menyebut sampel yang disimpan di kantornya masih layak dikonsumsi.

“Ketika laporan masuk mengenai makanan yang berlendir, kami mencoba kembali sample lauk yang kami simpan dan rasanya masih aman,” ujar Asih pada Rabu (13/5/2026) kepada wartawan.

BACA JUGA:  Penerima Bantuan Pangan di Natuna Melonjak 89%, Ribuan Keluarga Kini Lebih Terjamin

Meski berkilah bahwa sampel internal dalam kondisi baik, Asih tidak menampik adanya masalah pada rantai distribusi ke lapangan. Ia menjelaskan bahwa makanan dimasak sekitar pukul 11.00 WIB, namun distribusi yang terlambat diduga menjadi penyebab kualitas makanan menurun drastis saat sampai ke tangan warga.

Menyadari risiko besar yang menghantui ibu hamil dan balita, pihak pengelola akhirnya mengambil langkah defensif.

BACA JUGA:  Tragis! Rambut Tersambar Mesin Perahu, Bocah di Natuna Alami Luka Berat di Kepala

“Untuk sementara, saya minta para PIC agar tidak memberikan lauk yang diduga bermasalah tersebut kepada penerima manfaat. Kami masih mendalami mengapa dari sampel kami baik, tapi di lapangan dilaporkan berlendir,” tambah Asih.

Program ini sejatinya memiliki anggaran berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi hanya untuk bahan makanan. Dengan dukungan penuh dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kemenkes, insiden makanan basi di Natuna ini dianggap sebagai tamparan keras bagi upaya percepatan penurunan stunting.