Kemudian, pembicaraan kedua Jokowi dengan Elon Musk yakni tentang tawaran investasi di Indonesia di bidang lithium baterai dan turunannya.
“Presiden juga tawarkan kalau dia mau investasi dalam lithium baterai, apa turunan-turunan dari lithium baterai, jadi anoda, katoda dan sebagainya itu,” tuturnya.
Menurut Luhut, hal itu sangat bagus sehingga tidak ada gap antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) dalam konteks kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Apalagi AS dikabarkan akan menaikkan jumlah mobil listriknya sampai 2030.
“Tanpa bantuan nikelnya Indonesia, itu tidak akan pernah bisa tercapai dan kita ingin berkolaborasi,” ucapnya.
Dalam keterangan Biro Sekretariat Presiden, dikatakan bahwa Jokowi mengundang Elon Musk untuk mengembangkan lebih lanjut investasinya di Indonesia, yang mencakup perusahaan-perusahaan seperti SpaceX, Tesla, Neuralink, dan Boring.
“Pak Musk, Indonesia saat ini sedang menjalani percepatan transformasi digital nasional dan membuka banyak potensi investasi di sektor infrastruktur, teknologi pemerintahan, ekonomi digital dan masyarakat digital. Oleh karena itu, kami mengapresiasi dan terus mendorong pengembangan investasi perusahaan SpaceX, Tesla, Neuralink dan Boring di Indonesia,” kata Jokowi.








