Di tiap lokasi, Li Claudia mencermati kondisi lingkungan, potensi polusi, jarak dari rumah warga, dan kemampuan area tersebut menampung ritme pembuangan dari permukiman sekitar.
Lalu rombongan bergerak ke kawasan Taman Baloi, termasuk di depan dealer Toyota, sebelah Kantor Pengelolaan IPAL BP Batam, belakang Taman Bunga dekat SPBU Plamo, depan Gedung BSSN Teluk Tering, ujung Perumahan De Summer.
Lokasi-lokasi ini memperlihatkan dinamika baru dari jalan padat, ruang hijau yang rentan terganggu, hingga kawasan pemukiman yang membutuhkan TPS namun tak boleh terganggu keberadaannya.
Hasil blusukan menunjukkan bahwa persoalan sampah Batam Kota tidak sesederhana menyediakan lahan kosong untuk dijadikan TPS.
Tantangannya berlapis seperti pertumbuhan permukiman pesat tanpa ekspansi infrastruktur persampahan yang memadai, titik-titik lama yang padat, menyebabkan sampah mudah menumpuk dan menimbulkan keluhan, akses truk pengangkut terbatas pada area tertentu, risiko bau dan gangguan kesehatan yang harus diminimalisir, perubahan pola aktivitas warga yang menciptakan pusat-pusat sampah baru.
Karena itu, penataan TPS menjadi bagian dari upaya besar Pemko Batam memperkuat sistem persampahan secara menyeluruh.













