Nusantara

604 Tewas, 464 Hilang: Operasi Besar-Besaran Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Sumatra Dikebut

11
×

604 Tewas, 464 Hilang: Operasi Besar-Besaran Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Sumatra Dikebut

Share this article
Pencarian korban oleh BPBD, Sapol PP dan polisi pascabencana galodo di salareh aia dan nagari Salareh Aia timur, Kabupaten Agam, Sumbar beberapa waktu lalu. (BPBD Kabupaten Agam)
banner 468x60

Gudangberita.co.id – Tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah terus bekerja tanpa henti menangani bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatra. Data sementara per Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB mencatat 604 korban meninggal dunia, sementara 464 orang masih hilang.

Bencana yang dipicu hujan ekstrem ini memutus akses antarwilayah, menenggelamkan pemukiman, serta memaksa ratusan ribu warga mengungsi. Pemerintah pusat kini mengerahkan dukungan penuh, termasuk alutsista udara dan peralatan komunikasi satelit.

Baca Juga:  Rekonstruksi Kasus Ilham Pradipta: 57 Adegan Bongkar Rencana Keji Penculikan hingga Pembunuhan oleh Sindikat Sipil–Oknum TNI

Sumatra Utara: 283 Korban Tewas, Akses Mulai Terbuka Bertahap

Sumatra Utara menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yakni 283 jiwa meninggal dunia dan 173 hilang. Temuan terbaru berasal dari Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Kota Padangsidimpuan, Deli Serdang, dan Nias.

Gelombang pengungsian juga meningkat, antara lain 15.765 jiwa di Tapanuli Utara, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 7.194 jiwa di Mandailing Natal, Ribuan lainnya tersebar di wilayah terdampak.

Baca Juga:  Indosat Gerak Cepat Pulihkan Layanan di Tengah Banjir Bandang Sumatera: 71,68% Site Kembali Berfungsi

Pemerintah berhasil membuka akses Tarutung–Padangsidimpuan dan sebagian jalur Tarutung–Sibolga, yang sebelumnya lumpuh total. Akses kini dapat menembus hingga Dusun Sibalanga Jae, Kecamatan Adiankoting.