BatamZona Headline

LAM Batam Murka! Penyiksaan ART di Sukajadi Dinilai Noda Hitam di Bumi Melayu

611
×

LAM Batam Murka! Penyiksaan ART di Sukajadi Dinilai Noda Hitam di Bumi Melayu

Share this article
Ketua LAM Kota Batam, Yang Mulia Dato’ Wira Setia Utama Raja Muhammad Amin. (Foto: Antara)
banner 468x60

Kasus penyiksaan Intan terungkap setelah komunitas Flobamora menerima laporan dan menggerebek rumah tempat Intan bekerja. Saat ditemukan, Intan dalam kondisi lemah, luka-luka, dan trauma berat. Ia langsung dilarikan ke RS Elisabeth Batam dan sempat menjalani transfusi darah karena kekurangan gizi.

Menurut Romo Paschalis Saturnus, yang mendampingi korban, Intan telah bekerja sejak Juli 2024 tanpa pernah menerima gaji. Uang Rp1,8 juta yang seharusnya ia terima setiap bulan justru digunakan majikannya untuk biaya rumah tangga, termasuk perawatan anjing peliharaan.

BACA JUGA:  Detik-detik Menegangkan di Jembatan 5 Barelang: Pemancing Kaget Lihat Pria Terbawa Arus Usai Terjun ke Laut

“Lebih tragis lagi, saudari kandung Intan yang tinggal di rumah itu juga dipaksa ikut menyiksa karena mendapat tekanan,” ujarnya.

LAM Batam melihat kasus ini bukan hanya soal kriminal murni, tapi juga ujian bagi martabat kolektif masyarakat Batam yang multikultural. LAM meminta agar kasus ini menjadi pelajaran nasional, agar penghormatan terhadap pekerja rumah tangga, perantau, dan perempuan mendapat perhatian lebih serius.

BACA JUGA:  Niat Hati Menuju Batam, Jeffry Setiawan Mengembuskan Napas Terakhir di Atas KMP Sembilang

“Kita tak bisa memilih di mana dilahirkan, tapi kita bisa memilih untuk memperlakukan sesama manusia dengan hormat. Kalau bukan kita yang menjaga marwah negeri ini, siapa lagi?” pungkas Dato’ Raja Muhammad Amin.