Gudangberita.co.id, Batam – Pasca hujan deras yang mengguyur Kota Batam seharian pada Sabtu (16/5/2026), sejumlah warga di berbagai wilayah mengeluhkan penurunan kualitas air bersih. Air yang mengalir ke rumah-rumah warga dilaporkan berubah warna menjadi keruh kecoklatan, bahkan beberapa di antaranya mengaku menemukan jentik dan lumut.
Pantauan di media sosial dan grup-grup komunitas Batam, keluhan ini datang dari berbagai kecamatan, mulai dari Sekupang (Tiban), Bengkong, hingga Nongsa (Punggur). Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari pelanggan yang bergantung pada pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Air di Tiban kayak teh obeng,” tulis seorang warga bernama Indah Puspita di media sosial, sembari mengunggah foto panci hitam yang menampung air berwarna cokelat pekat khas minuman teh lokal Batam tersebut.
Keluhan senada juga membanjiri grup Facebook warga Batam. Banyak netizen yang mencurahkan kekesalannya karena harus mengeluarkan biaya ekstra dan tenaga lebih untuk membersihkan fasilitas penampungan air mereka.
Seorang warga bernama Neni mengaku, meski keran rumahnya sudah dipasangi alat penyaring, air yang keluar tetap kotor dan menyisakan endapan lumpur yang tebal.
“Aku kerannya yang dikasih penyaring aja tetap airnya kotor. Sekali dua hari kuganti penyaringnya, Astagfirullah, kayak kain dimasukin lumpur,” keluh Neni di kolom komentar.













