Selain korban luka, belasan kendaraan milik warga juga dirusak, dan sejumlah posko masyarakat dihancurkan. Posko yang menjadi sasaran adalah di Kampung Sembulang Hulu dan Kampung Sei Buluh.
Dugaan Keterkaitan dengan Proyek Rempang Eco City
Warga menduga kuat bahwa pelaku terkait dengan PT Makmur Elok Graha (MEG), perusahaan yang terlibat dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City.
Proyek ini diduga menjadi pemicu konflik akibat upaya pengambilalihan lahan yang menjadi tempat tinggal masyarakat adat selama bertahun-tahun.
Seruan Solidaritas: Tuntutan untuk Pemerintah
Rentetan kekerasan yang terus berulang di Rempang mendorong masyarakat adat, bersama organisasi masyarakat sipil, untuk mengeluarkan seruan mendesak kepada pemerintah dan lembaga terkait. Dikutip dari keterangan tertulis WALHI, berikut adalah tuntutan mereka:
Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI diminta untuk segera memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat adat dan membatalkan proyek pengembangan Rempang Eco City yang mengancam wilayah adat.
Kapolri diminta untuk memerintahkan penegakan hukum yang serius dan tegas terhadap para pelaku intimidasi dan kekerasan.
Komnas HAM diminta untuk mengawasi dan mengambil tindakan atas pelanggaran HAM yang terjadi, serta memastikan perlindungan bagi masyarakat adat di Rempang.













