Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis, juga menyuarakan keprihatinannya melalui platform X, mengingatkan bahwa kekerasan ini “mengancam kehidupan normal” yang diharapkan rakyat Lebanon.
Ini bukan kali pertama Israel menyerang pinggiran Beirut sejak gencatan senjata. Sebelumnya, serangan 28 Maret terjadi dengan peringatan, sedangkan serangan pada 1 April berlangsung mendadak dan menewaskan empat orang, termasuk pejabat Hizbullah.
Di sisi lain, pemimpin Hizbullah Sheikh Naim Kassem menegaskan bahwa organisasinya siap mengambil “alternatif lain” jika Israel terus menyerang tanpa tindakan dari pemerintah Lebanon.
Pagi sebelum serangan ke Beirut, Israel juga melancarkan serangan drone di Halta, Lebanon Selatan, yang menewaskan seorang pria yang diduga anggota Hizbullah.
Sejak gencatan senjata diberlakukan, data pemerintah Lebanon menunjukkan lebih dari 190 orang tewas dan 485 lainnya luka-luka akibat serangan Israel.













