Skip to content
Gudangberita.co.id
  • WhatsApp Channel
  • Batam
  • BP Batam
  • Pemko Batam
  • DPRD Batam
  • Video
  • Batam
  • PWI Kepri
  • Natuna
  • Kepri
    • Bintan
    • Tanjungpinang
    • Karimun
    • Lingga
    • Anambas
  • Luar Negeri
  • Nusantara
  • Singapura
  • Batam Punya Cerita
News Update
Kalah oleh Ekskavator: Jeritan Hati IRT di Sungai Binti Batam Saat Bangunannya Diratakan Tim Terpadu Kalah oleh Ekskavator: Jeritan Hati IRT di Sungai Binti Batam Saat Bangunannya Diratakan Tim Terpadu
Kuota KTP-el di Batam Kota Cuma 60 Per Hari, Ombudsman Kepri: Jauh dari Kebutuhan Masyarakat Kuota KTP-el di Batam Kota Cuma 60 Per Hari, Ombudsman Kepri: Jauh dari Kebutuhan Masyarakat
Warga Batam Kota Terancam Harus ke Sekupang Urus KTP, Ombudsman: Kasihan Rakyat Keluar Biaya Lagi Warga Batam Kota Terancam Harus ke Sekupang Urus KTP, Ombudsman: Kasihan Rakyat Keluar Biaya Lagi
Bukan Menolak, Pemko Batam Tengah Kaji Efisiensi Anggaran Sebelum Terapkan WFH ASN Bukan Menolak, Pemko Batam Tengah Kaji Efisiensi Anggaran Sebelum Terapkan WFH ASN
Instruksi Nasional vs Ego Daerah: Kenapa Batam Berani Menentang Kebijakan WFH Mendagri? Instruksi Nasional vs Ego Daerah: Kenapa Batam Berani Menentang Kebijakan WFH Mendagri?

Beirut

Mia Khalifa Kecam Serangan Udara Israel di Beirut yang Tewaskan Ratusan Warga Sipil
Hot News

Mia Khalifa Kecam Serangan Udara Israel di Beirut yang Tewaskan Ratusan Warga Sipil

09/04/202609/04/2026
Redaksi
Krisis Memanas! Israel Bombardir Beirut Lagi, Gempuran Besar Usai Peringatan

Krisis Memanas! Israel Bombardir Beirut Lagi, Gempuran Besar Usai Peringatan

Internasional28/04/202528/04/2025
Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.

Salam Idul Fitri Pemkab Lingga
Kegiatan DPRD Kabupaten Lingga

Terpopuler

  • 1
    Kasus Pembobolan Toko Emas di Natuna, Pelaku Mendadak ‘Amnesia’ Saat Rekonstruksi, Ada Hubungan Apa dengan Wanita Penadah?
    11/04/202611/04/2026 1828
  • 2
    Rekonstruksi Pembobolan Toko Mas Safari: Tersangka Berbelit soal Lokasi Perhiasan Emas Curian Senilai Rp4 Miliar
    11/04/202611/04/2026 1282
  • 3
    Bom Ikan Guncang Perairan Pulau Tiga Natuna: 1 Ton Ikan Ditinggalkan Pelaku, Diduga Kapal Asal Kalbar
    14/04/202614/04/2026 1063
  • 4
    Tragedi Ibu dan Anak di Batu Ampar: Niat Antar Kerja Berujung Kepergian Abadi Ibu Ijah dan Vita
    12/04/202612/04/2026 1019
  • 5
    Modus Bakar Rumah Lalu Menjarah, Pemuda 19 Tahun di Dabo Lama Diringkus Polisi
    13/04/202613/04/2026 855
  • 6
    Teror di Bukit Abun: Warga Dabo Singkep Tangkap Terduga Pelaku Percobaan Pembakaran Rumah
    13/04/202613/04/2026 782
Layanan Publik PLN Batam

gudangberita.co.id

Follow us on instagram

Penataan kawasan di Kelurahan Sungai Binti, Sagulu Penataan kawasan di Kelurahan Sungai Binti, Sagulung, menyisakan tanya besar tentang makna kata "humanis" yang kerap didengungkan otoritas. Di balik ambisi percepatan investasi, pemandangan pada Kamis (16/4/2026) memperlihatkan sisi gelap pembangunan: saat komunikasi tersumbat, ekskavator menjadi satu-satunya bahasa yang tersisa untuk menyelesaikan sengketa. Sebanyak 23 bangunan diratakan dalam sekejap, membuktikan bahwa deru mesin sering kali lebih cepat bergerak dibandingkan proses negosiasi yang belum mencapai titik temu dengan masyarakat terdampak.

Jeritan hati seorang ibu rumah tangga di RT 04 RW 13 menjadi potret nyata gagalnya kesepakatan yang adil di akar rumput. Di hadapan 400 personel gabungan, ia memprotes keras ketimpangan nilai ganti rugi yang dianggap merendahkan martabat huniannya, yang hanya dihargai belasan juta rupiah sementara pihak lain menerima jauh di atas itu. Narasi "penertiban tanpa persetujuan" ini menjadi noda dalam proses penataan kota, memicu persepsi bahwa warga kecil kerap dipaksa mengalah demi karpet merah bagi para investor.

Meskipun BP Batam bersikukuh bahwa tahapan administratif dari SP 1 hingga SP Bongkar telah dijalankan sesuai prosedur, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya luka sosial yang mendalam. Klaim penertiban yang terukur dan persuasif seolah kontras dengan isak tangis warga yang menyaksikan rumah mereka berubah menjadi puing. Pada akhirnya, kejadian di Sungai Binti memunculkan refleksi kritis: apakah kemajuan sebuah kota harus selalu dibayar dengan pengabaian suara mereka yang paling rentan?

#batam #batamhits_ batamisland #sagulung #batam_gudangberita
Masyarakat Kecamatan Batam Kota kini harus menghad Masyarakat Kecamatan Batam Kota kini harus menghadapi realita sulit berupa "war" atau perebutan kuota pengurusan KTP-el yang sangat terbatas. Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau menemukan fakta bahwa kuota pencetakan di wilayah tersebut hanya dipatok 60 orang per hari. Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Siadari, menyebut angka ini sama sekali tidak masuk akal mengingat Batam Kota adalah kecamatan terpadat dengan populasi lebih dari 200.000 jiwa. Ketimpangan drastis antara jumlah penduduk dan kapasitas layanan ini dinilai sebagai hambatan besar bagi warga, terutama para pekerja yang memiliki waktu terbatas.

Kondisi ini diperparah dengan adanya rencana penarikan alat cetak KTP ke wilayah Sekupang yang dianggap Ombudsman hanya akan menambah benang kusut pelayanan. Jika kuota sudah sangat terbatas dan jarak layanan justru dijauhkan, masyarakat akan menjadi pihak yang paling dirugikan secara waktu dan materi. Ombudsman menegaskan bahwa wajah pelayanan publik di Batam tercermin dari level kecamatan; sehingga jika di level terbawah saja warga harus bersusah payah demi selembar KTP, maka standar pelayanan tersebut perlu dipertanyakan secara serius.

Menanggapi sorotan tajam tersebut, Camat Batam Kota, Dwiki Septiawan, menyatakan pihaknya terus berupaya memaksimalkan kenyamanan di ruang tunggu dengan fasilitas AC dan minuman gratis bagi warga yang sedang mengantre. Namun, Ombudsman mengingatkan bahwa fasilitas fisik tidak akan efektif tanpa adanya solusi nyata terkait penambahan kuota dan kemudahan akses. Pihak Ombudsman mendesak pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi kebijakan kuota ini dan melakukan sosialisasi masif agar tidak terjadi misinformasi yang terus membebani warga Batam Kota.

#batam #batamhits #batamhits_ #batamisland
Rencana pemindahan alat cetak KTP-el dari Kantor K Rencana pemindahan alat cetak KTP-el dari Kantor Kecamatan Batam Kota ke wilayah Sekupang memicu kekhawatiran serius akan membengkaknya biaya yang harus dikeluarkan warga. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Dr. Lagat Siadari, memberikan peringatan keras agar kebijakan ini dipikirkan ulang karena berpotensi membuat warga "boncos" alias rugi besar. Menurutnya, pemindahan ini tidak hanya membuang waktu secara cuma-cuma, tetapi juga memaksa masyarakat merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk urusan transportasi menuju Sekupang yang jaraknya cukup jauh.

Kondisi ini dianggap sangat tidak ideal mengingat Batam Kota merupakan wilayah dengan populasi terpadat di Kota Batam, yang dihuni lebih dari 200.000 jiwa. Ombudsman menilai, birokrasi seharusnya mendekatkan layanan kepada masyarakat, bukan malah menjauhkannya. Jika warga yang sudah kesulitan mendapatkan kuota harian—yang saat ini hanya dibatasi 60 orang—masih harus menempuh perjalanan jauh ke pusat dinas, maka beban psikologis dan ekonomi masyarakat akan semakin berat, apalagi jika urusan tersebut tidak tuntas dalam satu hari.

Menanggapi kritik tersebut, pihak Kecamatan Batam Kota menyatakan tetap fokus pada peningkatan fasilitas di lokasi yang ada saat ini, sembari menunggu kejelasan kebijakan dari tingkat pemerintah kota. Ombudsman Kepri menegaskan akan terus mengawal isu ini agar tidak terjadi misinformasi yang merugikan publik. Mereka mendesak agar setiap perubahan kebijakan layanan dikaji secara matang dari kacamata kemudahan akses warga, sehingga wajah pelayanan publik di Batam Kota tidak dinilai menyulitkan masyarakat kecil.

#batam #batamhits #batamhits_ #batamisland
Selain persoalan teknis, Ombudsman RI Perwakilan K Selain persoalan teknis, Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) secara khusus menyoroti aspek etika pelayanan di Kantor Kecamatan Batam Kota yang kerap dikeluhkan masyarakat. Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Siadari, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan terkait sikap petugas garda terdepan yang dinilai kurang ramah dan tidak komunikatif. Mengingat status Batam Kota sebagai wilayah terpadat dengan lebih dari 200.000 jiwa, Ombudsman menegaskan bahwa keramahan petugas adalah fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik terhadap wajah pelayanan di Kota Batam.

Menanggapi kritik tajam tersebut, Camat Batam Kota, Dwiki Septiawan, berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi internal dan pembinaan terhadap jajarannya. Ia berjanji akan kembali mengingatkan seluruh petugas agar mengedepankan sikap humanis dan solutif dalam melayani setiap warga yang datang. Di sisi lain, pihak kecamatan juga tengah berupaya memperbaiki kualitas fasilitas dengan menyediakan ruang tunggu ber-AC, pojok bermain anak, hingga minuman gratis guna menciptakan suasana pelayanan yang lebih nyaman dan tidak kaku.

Ombudsman Kepri menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan sebagai mitra strategis untuk mendorong standar pelayanan publik yang lebih baik. Ombudsman meminta agar ke depannya ada perubahan sikap yang signifikan dari para petugas, seiring dengan rencana revitalisasi gedung kantor yang dijadwalkan pada tahun 2027. Perbaikan infrastruktur yang mewah tidak akan berarti banyak jika tidak dibarengi dengan perubahan perilaku aparat sipil negara yang melayani dengan hati dan tanpa menimbulkan misinformasi bagi masyarakat.

#batam #batamhits #batamhits_ #batamisland
Follow on Instagram

redaksi@gudangberita.co.id

Halaman

  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • About us
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Kategori
Gudangberita.co.id @2025
Gudangberita.co.id
  • Menu
    • Zona Headline
    • Batam Punya Cerita
    • Ape Kesah
    • Story Kepri
    • Polling
  • Kategori
    • Video
    • Natuna
    • Batam
    • Luar Negeri
    • Kepri
    • Nasional
    • Nusantara
    • Sepakbola
    • Politik
    • Indeks
  • Laman
    • Redaksi
    • About us
    • Kode Etik
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer