Tak hanya sekadar teori, kegiatan ini juga mencakup simulasi pemasangan rumpon langsung di perairan Desa Cemaga. Langkah ini bertujuan agar nelayan memahami teknis penempatan yang efektif namun tetap ramah lingkungan.
Cherman menyebutkan, gerakan ini didukung oleh 22 komunitas yang tergabung dalam KPMN. “Kami berterima kasih kepada James Cook University Australia dan UMRAH. Kami ingin berkontribusi nyata di bidang maritim dan lingkungan untuk kepentingan masyarakat Natuna,” tambahnya.
Camat Bunguran Selatan, Supardi, memberikan apresiasi atas inisiatif KPMN yang memilih wilayahnya sebagai pusat edukasi. Menurutnya, pemahaman yang benar mengenai rumpon akan berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan.
“Saya berharap rumpon yang sudah terpasang dapat dirawat dengan baik. Jika dikelola secara legal dan benar, tentu akan memberikan dampak signifikan pada peningkatan ekonomi nelayan setempat,” kata Supardi.
Senada dengan itu, Ketua Pokmaswas Cemaga, Masuri, mengaku sangat terbantu dengan penjelasan mengenai regulasi KKP. “Setahu kami dulu dilarang, tapi sekarang kami tahu bahwa kuncinya adalah perizinan,” ungkapnya.







