“Kami berikan dulu Rp5 juta untuk kebutuhan harian. Sisanya kami belikan material dan kami bantu pembangunan sampai rumah ibu bisa kembali berdiri,” ujar Raja.
Menurutnya, langkah ini diambil agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk membangun kembali rumah Maryani. KPDN juga berkomitmen mengawal proses pembangunan hingga tuntas, sehingga korban tidak lagi tinggal dalam kondisi darurat.
Bagi Maryani, bantuan tersebut bukan sekadar nominal uang. Kehadiran warga dan perhatian para donatur menjadi penguat di tengah cobaan hidup yang ia hadapi seorang diri di usia senja. Tangannya bergetar saat menerima amplop bantuan, air mata haru tak terbendung.
“Saya tidak bisa membalas apa-apa. Hanya bisa berdoa semoga kebaikan bapak-bapak semua dibalas Allah,” ucapnya lirih.
Aksi solidaritas ini menjadi bukti kuatnya kepedulian sosial masyarakat Natuna terhadap korban kebakaran. Dukungan warga diharapkan mampu mempercepat pembangunan kembali rumah Maryani, sekaligus mengembalikan harapan di tengah puing-puing yang tersisa.










