NatunaOpini

Koperasi Desa Merah Putih: Antara Semangat Gotong Royong dan Tantangan Implementasi di Daerah

63
×

Koperasi Desa Merah Putih: Antara Semangat Gotong Royong dan Tantangan Implementasi di Daerah

Share this article

Oleh: A.E. Hermawan, Direktur Yayasan Pembangunan Kepulauan Natuna (YKN)

Ilustrasi
banner 468x60

Program ini tidak akan berhasil jika masing-masing pihak berjalan sendiri. Butuh koordinasi lintas dinas, kolaborasi dengan lembaga keuangan, serta keterlibatan masyarakat dan pelaku UMKM lokal.

Kata kuncinya adalah sinergi dan konsistensi. Jangan biarkan KDMP berhenti di tataran ide besar atau seremoni peresmian. Ia harus hidup di desa, menjadi denyut ekonomi rakyat yang nyata.

BACA JUGA:  Boro-boro Sejahtera, Petani Natuna Justru ‘Dicekik’ Harga Supplier Dapur MBG

Kita semua paham bahwa pembangunan sejati berawal dari desa. Maka, Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi alat transformasi, bukan sekadar simbol program pemerintah.

Jika dikelola dengan baik, koperasi ini bukan hanya menggerakkan ekonomi rakyat, tetapi juga meneguhkan kembali jati diri bangsa: berdikari, bergotong royong, dan sejahtera bersama.

“Koperasi adalah gotong royong yang diinstitusikan. Ia bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal martabat.”