NatunaOpini

Koperasi Desa Merah Putih: Antara Semangat Gotong Royong dan Tantangan Implementasi di Daerah

63
×

Koperasi Desa Merah Putih: Antara Semangat Gotong Royong dan Tantangan Implementasi di Daerah

Share this article

Oleh: A.E. Hermawan, Direktur Yayasan Pembangunan Kepulauan Natuna (YKN)

Ilustrasi
banner 468x60

Aktifkan Satgas KDMP Kabupaten. Satgas ini harus diisi oleh orang-orang yang paham teknis koperasi dan memiliki semangat kerja lapangan. Jangan hanya formalitas atau penunjukan politik.

Tetapkan Produk Unggulan Desa. Kepala daerah perlu mengeluarkan Peraturan Bupati yang menetapkan produk unggulan tiap desa agar arah usaha KDMP jelas dan fokus.

Selenggarakan Pelatihan Berbasis Produk. Pelatihan harus menyesuaikan potensi lokal — mulai dari produksi hingga pemasaran.

BACA JUGA:  Boro-boro Sejahtera, Petani Natuna Justru ‘Dicekik’ Harga Supplier Dapur MBG

Libatkan LPM dan Yayasan Lokal. Pelatihan dan pendampingan bisa didanai lewat hibah atau CSR, tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD.

Buka Perwakilan Dagang di Kota Besar. Pemasaran produk unggulan perlu dukungan outlet atau perwakilan di Jakarta, Batam, dan Pontianak.

Jika kelima langkah ini dijalankan, KDMP akan bergerak seperti holding usaha rakyat yang saling melengkapi, bukan saling bersaing. Koperasi antar-desa bisa bersinergi dalam rantai pasok — ada yang fokus produksi, ada yang distribusi, ada yang ekspor.

BACA JUGA:  Cegah Korban Tenggelam, Polsek Bunguran Timur Beri Warning Khusus Orang Tua di Pantai Piwang

Kunci Keberhasilan: Sinergi dan Kepemimpinan

Saya ingin menegaskan, KDMP bukan proyek jangka pendek. Ia adalah investasi sosial jangka panjang. Maka, dibutuhkan kepemimpinan daerah yang kuat dan kolaboratif, bukan sekadar administratif.