harris
Batam

Warga Pantai Melayu Mengaku Terintimidasi Tim Terpadu Saat Libur Maulid Nabi Terkait Proyek Sekolah Merah Putih

98
×

Warga Pantai Melayu Mengaku Terintimidasi Tim Terpadu Saat Libur Maulid Nabi Terkait Proyek Sekolah Merah Putih

Share this article
banner 468x60

Sebelumya, Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan bahwa keberadaan Tim Terpadu murni untuk pengawalan pengamanan proyek strategis Sekolah Terintegrasi Merah Putih di atas lahan Hak Pengelolaan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare, bukan aksi penggusuran.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa seluruh personel diinstruksikan bertindak persuasif, mengendalikan diri, dan menjaga ketertiban kawasan dari potensi gesekan.

BACA JUGA:  Jalan Menuju Sei Ladi Terkendala Pergerakan Tanah, BP Batam Evaluasi Penanganan Beton Terangkat

“Petugas difokuskan untuk menjaga keamanan kawasan pembangunan sehingga proses pekerjaan dapat berjalan dengan tertib,” tegas Ariastuty belum lama ini.

Mengenai sengketa lahan, BP Batam mencatat ada empat klaim masyarakat. Dua klaim telah ditindaklanjuti, sementara dua lainnya belum bisa diverifikasi akibat ketiadaan dokumen pendukung dari pihak pengklaim. BP Batam memastikan ruang dialog dan jalur hukum tetap terbuka lebar sesuai prosedur perundang-undangan.

BACA JUGA:  Redam Ketegangan Soal 'Ancaman Putus Kerja Sama', BP Batam Minta Media Tetap Kritis dan Profesional

Terkait insiden yang sempat viral pada pertengahan Agustus lalu di mana petugas membalutkan kain jarit ke peserta aksi, BP Batam mengklarifikasi bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh personel perempuan secara humanis untuk menjaga privasi, martabat, dan kehormatan warga dari paparan publik.