BatamPeristiwa

Lemas Terbaring di Bakau Barelang, Tangan Natalia Perlahan Terangkat Saat Dengar Pluit SAR

8
×

Lemas Terbaring di Bakau Barelang, Tangan Natalia Perlahan Terangkat Saat Dengar Pluit SAR

Share this article
Tim SAR gabungan mengevakuasi Natalia
Tim SAR gabungan mengevakuasi Natalia
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Kesunyian di kawasan perairan Pulau Teluk Ara mendadak pecah oleh suara tiupan pluit yang melengking.

Dari atas perahu, salah seorang personel Polsek Sagulung yang terlibat dalam pencarian menajamkan pandangan ke arah rimba bakau. Di sana, tubuh Natalia (20) terbaring tak berdaya di tepi pantai

Namun, tepat saat pluit bernada nyaring itu berbunyi, sebuah keajaiban kecil terjadi di tengah keputusasaan.

BACA JUGA:  Gratis Tanpa Biaya! Batam Buka 82 Pelatihan Kerja 2026, Ini Daftar Keahlian yang Paling Dicari Industri

“Waktu melihat tubuh terbaring, anggota membunyikan pluit. Nah, saat itu dia mengangkat tangan. Kondisinya lemas,” ungkap Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, Selasa (25/8/2026) siang.

Gerakan perlahan dari jemari Natalia yang terangkat ke udara menjadi isyarat kehidupan paling berharga.

Isyarat singkat itu mematahkan kekhawatiran tim gabungan yang sempat menduga aksi nekat Natalia melompat dari Jembatan 1 Barelang, Batam, pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB berakhir tragis.

BACA JUGA:  Gunakan Modus Diskon Paket, Mitra Travel di Batam Gelapkan Uang Calon Jemaah Umrah

Keberhasilan penemuan Natalia berjarak sekitar 21 km dari Pos SAR Batam tak lepas dari kejelian tim membaca pergerakan alam. Berdasarkan barang-barang korban yang ditemukan di koordinat 0°58’55.16″N 104°2’29.74″E, pencarian langsung difokuskan menyisir rute arus laut.

Kepala Pos SAR Batam, Dedius, menyebut Natalia sangat beruntung dapat bertahan hidup mengingat reputasi Jembatan 1 Barelang yang kerap memakan korban jiwa.