“Bisa dilihat dari video dan foto-fotonya, sangat miris kita melihatnya. Penganiayaan itu mengakibatkan mata anak tersebut bengkak selama 3 hari sampai tidak bisa melihat,” jelas Feryandi.
Dirawat Intensif di RSUD Embung Fatimah, Pendampingan Psikolog Berjalan
Setelah berhasil diselamatkan dari rumah neraka tersebut, RAL langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara menyeluruh. Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batam.
Mengingat tingkat kekejaman yang diterimanya, penanganan korban kini tidak hanya fokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga pemulihan kesehatan mentalnya yang terguncang hebat.
“Saat ini anak sudah ditangani oleh Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak). Kemarin juga sudah ada psikolog yang datang untuk mendalami kondisi psikis serta mental anak. Bagi pihak-pihak yang peduli, saat ini korban sudah bisa dijenguk di rumah sakit,” tambah Okka.
Selain luka luar, hasil rontgen medis sebelumnya juga menunjukkan banyaknya bekas luka lama dan baru di bagian dalam tubuh korban, menegaskan bahwa RAL telah lama dijadikan samsak hidup di rumahnya sendiri.
Kondisi korban yang rusak parah secara fisik ini memicu gelombang kekecewaan mendalam dari pihak KOMANDO Batam. Feryandi Tarigan menilai, dengan kondisi mata bengkak 3 hari dan tubuh penuh sundutan rokok, sangat mustahil jika ayah kandung korban, RL, tidak mengetahui peristiwa tersebut.











