Ape KesahZona Headline

Ketika Aplikasi Hijau Membuka Gerbang Kematian

1037
×

Ketika Aplikasi Hijau Membuka Gerbang Kematian

Share this article
Foto: Ilustrasi
banner 468x60

Kasus-kasus ini juga menggambarkan betapa rapuhnya sisi psikologis pengguna. Kecewa karena wajah tak sesuai ekspektasi bisa berakhir dengan jerat kabel di leher. Tak mampu bayar tarif bisa jadi alasan menusuk manusia puluhan kali. Ini bukan hanya masalah kriminalitas, tapi juga lonceng bahaya kesehatan mental dan moral masyarakat kita.

Lebih menyedihkan lagi, para korban bukan hanya kehilangan nyawa—mereka juga kehilangan martabat. Di mata hukum, mereka adalah “PSK dari aplikasi”, seolah identitas itulah yang lebih penting daripada fakta bahwa mereka adalah manusia.

BACA JUGA:  Misteri Perusakan 300 Pohon Jati Emas Batam Terungkap: Pelaku Ditangkap di Hutan Duriangkang

Sudah waktunya pemerintah dan penyedia aplikasi duduk bersama, memikirkan regulasi dan sistem pengawasan yang serius. Aplikasi semacam ini tak bisa terus dibiarkan jadi ladang subur untuk kekerasan. Kalau tidak, daftar korban akan terus bertambah, dan kita hanya akan membaca berita dengan rasa ngeri, tanpa pernah benar-benar mencegah yang berikutnya.

Karena ketika teknologi lepas kendali, nyawa yang jadi korban. Dan saat itu terjadi, kita semua ikut bersalah.