- Pesan Damai dari Takhta Suci
Dalam sambutan perdananya, Paus Leo XIV membuka dengan kalimat sederhana namun mendalam:
“Semoga damai menyertai anda, saudara-saudara terkasih.”
Kalimat ini bukan hanya salam, melainkan seruan global agar damai Kristus menjangkau semua keluarga, bangsa, dan umat manusia tanpa sekat. Damai ini bersumber dari kasih Tuhan yang mencintai semua tanpa syarat, menjadi dasar masa depan yang lebih bersaudara.
Paus juga menegaskan pentingnya dialog antarumat, keterbukaan, dan misi kasih, dengan mengajak Gereja menjadi entitas misioner yang membangun jembatan, bukan tembok, serta hadir dengan tangan terbuka bagi semua.
“Paus Leo XIV menggarisbawahi pentingnya Gereja yang aktif, misioner, dan terbuka bagi semua. Bukan hanya simbol, tapi praktik kasih dalam tindakan,” tambah Fary Francis, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi V DPR RI dan Komisaris Utama ASABRI.
Harapan Baru dari Paus Amerika Pertama
Sebagai Paus ke-267 dan Paus pertama dari Amerika Serikat, Paus Leo XIV membawa rekam jejak panjang sebagai misionaris di Peru, di tengah komunitas kecil dan tertindas. Kepeduliannya terhadap keadilan sosial dan solidaritas lintas batas menjadikannya simbol harapan baru untuk dunia yang lebih damai dan berkeadilan.







