Seusai pelantikan, Fary menyampaikan terdapat dua momen penting yang dapat menjadi pelajaran dan diteladani dalam proses pelantikan Paus Leo XIV, yakni:
- Simbolisme Sakral yang Menyentuh
Dalam pelantikan tersebut, hadir berbagai simbol penting yang merepresentasikan makna spiritual mendalam. Salah satu yang paling kuat adalah Pallium, selendang wol putih dengan lima salib merah yang disematkan di bahu Paus sebagai lambang misi pastoralnya untuk menggembalakan umat dengan kasih dan pengorbanan. Pallium ini ditenun dari wol dua anak domba yang telah diberkati.
Simbol penting lainnya adalah Cincin Nelayan (Fisherman’s Ring), terbuat dari emas murni dan diukir dengan gambar perahu Santo Petrus serta nama Paus yang baru. Cincin ini melambangkan otoritas apostolik dan garis suksesi langsung dari Paus pertama, Santo Petrus.
Prosesi pelantikan dimulai dari penghormatan para kardinal di Altar Pengakuan, dilanjutkan dengan doa di makam Santo Petrus, hingga puncaknya, Paus menerima Pallium dan Cincin dari kardinal protodiakon, lalu memberkati Injil ke empat penjuru dunia dan menerima penghormatan dari perwakilan lima benua. Upacara ditutup dengan berkat “urbi et orbi” kepada kota dan dunia.
“Puncaknya adalah saat Paus Leo XIV memberkati Injil ke empat penjuru dunia dan menerima penghormatan dari perwakilan lima benua, lambang kesatuan Gereja universal,” ungkap Fary.







