“WTB tuh orang brenti beli kerak telor doang di minta duit parkir, pdhl masi duduk di motor, ” ucap @Tia***
“banyak parkir gak dikasih karcis gmn tuh. apa lagi botania 1 sekitarnya GK prnh kasih karcis. padahal hanya ke atm doang …” @Roger***
“kami yg nolak, kami yang kenak bogem pak, gunanya abdi negara buat tertibkan kan gk ada salahnya pak,” kata @mar****
“saya supir pribadi 100 ribu hanya bertahan 2 atau 3 hari saja untuk parkir,” kata YO****
“main main di bundaran WTB pak.. jam 12 pun masih di minta parkir, padahal motor depan mata,” ujar @RI**
Sebelumnya Kepala Perwakilan Ombudsman RI, Lagat Siadari berharap Dishub kembali fokus mensosialisasikan retribusi parkir berlangganan sehingga kedepannya pembayaran gaji Jukir dapat dibayarkan per bulan.
Dengan demikian penyimpangan retribusi parkir dapat diminimalisir. “Dengan parkir berlangganan, pembayaran tersebut kan langsung masuk ke pendapatan daerah sehingga tidak ada celah oknum tertentu mengambil keuntungan dari retribusi parkir ini.
Namun Dishub harus pastikan dengan ikut serta parkir berlangganan, di seluruh Batam, tidak ada lagi pemungutan tarif parkir,” ungkap Lagat.












