Dengan menggunakan kendaraan yang ada, warga bergegas melarikan Dewa dan Sri Hartini ke Rumah Sakit Camatha Sahidya (Casa) Panbil agar segera mendapatkan penanganan medis darurat.
Tenaga medis telah berupaya maksimal untuk menyelamatkan nyawa ibu dan anak ini. Namun nahas, akibat cedera dan luka parah yang dialami, keduanya mengembuskan napas terakhir. Mereka berangkat bersama dari rumah, dan berpulang bersama ke hadapan Sang Pencipta.
Kabar duka ini langsung menyebar cepat di grup-grup relawan driver online Batam. Solidaritas tanpa batas ditunjukkan oleh rekan-rekan korban. Puluhan driver ojol langsung mendatangi RS Casa Panbil untuk memberikan dukungan moral dan mendampingi keluarga yang terpukul hebat.
Ketua Komunitas Andalan Driver Online (KOMANDO) Batam, Feryandi Tarigan, mengonfirmasi bahwa Dewa merupakan bagian dari keluarga besar mereka.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap rekan Komando dan mitra online Batam turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara kita tercinta,” ucap Feryandi penuh kesedihan.
Ia juga menyelipkan doa mendalam bagi kepergian ibu dan anak tersebut. “Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilaf, dan diberikan tempat terbaik di surga-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan kesabaran menghadapi cobaan ini,” tambahnya.













