Gudangberita.co.id, Batam – Kasus penyerangan mahasiswa oleh puluhan orang diduga oknum preman bayaran kian meruncing.
Kejadian pada Selasa (1/4/2024) lalu itu belum bisa dilupakan Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI Batam), Diki Candra.
Padahal mereka menggelar aksi damai di Kantor Pelayanan Bea Cukai, Jalan Kuda Laut, Kecamatan Batu Ampar terkait maraknya peredaran rokok ilegal.
Ia mengatakan sekelompok massa diduga preman bayaran itu mengamuk dan menyerang aktivis GMNI Batam.
Para preman melakukan pengadangan kepada para aktivis dimulai dari ruas jalan menuju ke Kantor Bea Cukai hingga menyerang disertai tendangan kaki dan pukulan dan memburu mahasiswa GMNI.
“Kawan kawan aktivis lakukan aksi damai terkait maraknya peredaran rokok Ilegal Hmind, Luffman di depan Kantor BC Batam tapi sebanyak 80 orang diduga preman bayaran mulai mencegat diruas jalan Batu Ampar hingga keatas kantor Depan Kantor BC,” kisahnya, Sabtu (27/4/2024).
Mereka juga melakukan intimidasi kepada para aktivis. Diki menambahkan, para rekan aktivis yang menjadi korban mengalami luka.
Mereka membuat laporan polisi ke Polresta Barelang, namun diakui Diki malah ditolak karena tidak ada bukti yang kuat.
“Kami datang ke Polresta Barelang mau buat LP malah ditolak padahal semua bukti video penyerangan dan foto sudah menjadi dua alat bukti yang kuat,” ucapnya.







