Ironisnya, di tengah upaya pemerintah menekan angka kasus, tim di lapangan masih menemukan banyak rumah warga yang menjadi “sarang” jentik nyamuk. Tumpukan sampah, genangan air di wadah terbuka, dan barang bekas yang terbengkalai masih menghiasi halaman pemukiman.
Kondisi lingkungan yang kotor ini dinilai sebagai faktor utama mengapa angka kasus di Singkep melonjak drastis. dr. Bukit mengingatkan agar warga tidak menunggu adanya jatuh korban jiwa baru mulai bergerak membersihkan lingkungan.
“Kesehatan dan kebersihan lingkungan itu tanggung jawab kita bersama. Harapannya kegiatan Germas Gotong Royong ini menjadi agenda rutin masyarakat,” tambahnya.
Mengingat sifat virus DBD yang bisa berakibat fatal, masyarakat diimbau untuk segera menuju fasilitas kesehatan (Puskesmas/RS) jika merasakan gejala berikut:
Demam tinggi mendadak.
Nyeri sendi dan sakit kepala hebat.
Muncul bintik merah pada kulit.
Tubuh terasa lemas berkepanjangan.
Penanganan medis yang cepat menjadi kunci utama mencegah pasien jatuh ke fase kritis atau Dengue Shock Syndrome (DSS). Kini, bola panas ada di tangan masyarakat: peduli lingkungan sekarang, atau membiarkan DBD terus meluas tanpa kendali.













