EkonomiNatuna

Kapal Tanker ‘Disulap’ Jadi Fasilitas Migas di Laut Natuna

129
×

Kapal Tanker ‘Disulap’ Jadi Fasilitas Migas di Laut Natuna

Share this article
Kapal Tanker Jadi Fasilitas Migas di Laut Natuna/Foto: Dok. SKK Migas

Gudangberita.co.id – Industri hulu migas Indonesia mencetak sejarah baru. Sebuah kapal tanker bakal dikonversi menjadi Floating Storage Production and Offloading (FPSO) atau unit penyimpanan dan pembongkaran produksi migas terapung.

Proyek itu terlaksana di kawasan galangan kapal Pan Ocean PT Dok warisan Pertama di Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas, mengatakan proyek konversi kapal tanker menjadi FPSO tersebut adalah yang pertama di Indonesia.

“Proyek konversi kapal tanker ke FPSO ini merupakan proyek yang pertama kali dikerjakan di Indonesia, dilakukan oleh pekerja lokal dan telah masuk pada fase Commissioning atau fase pengetesan secara parsial,” tulis SKK Migas dalam keterangan resmi, Kamis (4/7/2024).

SKK Migas menuturkan bahwa proyek itu dilakukan untuk menampung minyak gas bumi proyek forel yang dihasilkan dari Natuna, Kepulauan Riau. FPSO memiliki kapasitas produksi 250 Ribu BOPD (barel oil per day) dan diberi nama FPSO Marlin Natuna.

Lembaga yang bertugas mengelola industri hulu migas itu menjelaskan bahwa inspeksi langsung juga dilakukan oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto bersama jajaran manajemen. Dwi meninjau seluruh fasilitas FPSO termasuk fasilitas penginapan bagi para pekerja yang nanti akan bekerja.

banner 325x300