“Propeller kapal dinyatakan patah. Evakuasi akan dilakukan setelah kondisi laut memungkinkan,” jelas Ardila lewat pernyataan resmi via WhatsApp, Senin malam (7/4/2025).
Basarnas kini tengah menunggu pasang air laut untuk membantu proses penarikan kapal dari lokasi kandas.













