Namun, pihak Israel memberikan pernyataan yang bertolak belakang. Israel mendukung penangguhan serangan terhadap Iran selama dua minggu, tetapi dengan pengecualian besar.
“Gencatan senjata selama dua minggu itu tidak termasuk Lebanon,” tegas kantor PM Netanyahu dalam rilis resminya.
Mengapa Netanyahu Tetap Menyerang?
Analisis militer menilai Netanyahu berada dalam posisi sulit secara politik di dalam negeri. Janji “kemenangan mutlak” dan perubahan rezim di Iran yang ia gaungkan belum tercapai. Melanjutkan operasi militer di satu front (Lebanon) dianggap sebagai cara Netanyahu untuk menunjukkan kepada rakyat Israel bahwa perang belum berakhir.
Sementara itu, pihak Iran dianggap telah mencapai tujuannya dengan berhasil memblokir Selat Hormuz dan mempertahankan rezim mereka dari upaya penggulingan pihak luar.













