“Aku tanya kamu kerja? Katanya kerja. Kalau menikah pun harus kerja, sekarang biaya hidup tinggi. Karena suami bisa berubah, bisa menikah dengan yang lain. Sedangkan anak ini tetaplah anak kita sampai mati, doanya akan sampai pada kita,” ungkap Kak Cha.
“Untuk apa memilih menikah lagi dan mengirim anakmu ke panti asuhan? Sedangkan setelah menikah kamu tetap bekerja. Artinya laki-laki itu tidak bertanggung jawab penuh. Calon suami harus menerima kalau kamu seorang janda, dia harus menerima kamu sudah memiliki anak,” lanjutnya.
Apapun alasannya, menurut Kak Cha, seorang ibu tak boleh menelantarkan anaknya. eorang ibu harus memilih anaknya terlebih dahulu daripada yang lainnya.
“Ini anakmu yang kamu bawa selama sembilan bulan 10 hari, berada di perut. Di mana naluri seorang ibu? Kak Cha terus mengatakan ia tidak bisa menerimanya. Belajarlah memilih anakmu dalam segala hal,” ujarnya lagi.
Kak Cha berpesan kepada para orang tua untuk selalu menghargai sang anak.
“Iya benar, terkadang anak memang nakal. Mana ada anak yang tidak pernah nakal. Kamu waktu kecil dulu juga nakal. Sekarang mungkin berbeda. Kadang anak memberontak karena kamu mendahulukan orang lain, kamu mendahulukan calon suamimu,” ucapnya.












