Selain itu, pemerintah pusat juga mengalokasikan Rp30,6 miliar untuk drainase perkotaan dan Rp10,4 miliar untuk rehabilitasi sarana pendidikan dasar melalui APBN 2025.
Sebagai bupati perempuan pertama Natuna, Cen menekankan pentingnya transformasi dari ketergantungan dana pusat menuju kemandirian ekonomi daerah.
Ia mendorong penguatan tiga sektor unggulan Natuna: perikanan, pariwisata, dan pertanian.
Selama delapan bulan kepemimpinannya, sejumlah program prioritas mulai berjalan, antara lain:
- Sekolah Rakyat dan program makan bergizi gratis bagi siswa,
- Pembentukan 77 koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan,
- Pemberantasan kemiskinan ekstrem untuk 665 penerima manfaat,
- Penyaluran 17 ton bantuan pangan bagi 1.753 keluarga.
Di bidang ekonomi, Pemkab Natuna memperkuat UMKM melalui penyaluran modal produktif serta mempercepat pengoperasian Pelabuhan Selat Lampa sebagai pelabuhan ekspor-impor guna membuka akses pasar internasional.
Empat puskesmas mendapat tambahan ambulans dan sarana IPAL. Pemerintah juga menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Universitas Andalas untuk memperkuat ketersediaan tenaga medis di Natuna.
Di bidang pendidikan, program beasiswa untuk 79 mahasiswa Natuna terus dilanjutkan, sementara alokasi Rp10,4 miliar disiapkan untuk memperbaiki dan membangun sarana pendidikan dasar.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat, pemerintah daerah menanggung jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 449 pekerja informal, termasuk buruh, tukang ojek, dan petani.













