“Kanada mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan kami dalam membangun janji masa depan yang damai bagi Negara Palestina dan Negara Israel,” ungkapnya dalam unggahan di X.
Langkah trio negara besar Barat ini jelas memunculkan babak baru dalam diplomasi internasional. Selama ini, isu pengakuan Palestina kerap terhambat tekanan politik dan kekhawatiran merusak hubungan dengan Israel.
Namun kini, ketiganya justru menegaskan bahwa pengakuan ini bukan untuk “menghukum” Israel, melainkan upaya memberi ruang bagi koeksistensi damai.
Keputusan tersebut disambut hangat oleh banyak pihak yang mendukung solusi dua negara—Palestina dan Israel berdiri berdampingan sebagai negara berdaulat. Meski begitu, langkah Inggris, Australia, dan Kanada ini diprediksi akan memicu reaksi keras dari Israel dan menguji kembali pengaruh Amerika Serikat di kawasan.













