Selain Doni dan Linda, Mujiyadi dan Sukarni, penghuni Blok S 27A, ditemukan lebih awal pada pukul 06.00 WIB, hanya tiga jam setelah bencana terjadi. Sementara itu, tiga belas orang berhasil diselamatkan. Lima di antaranya menderita luka serius dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit BP Batam.
Namun, bagi para korban selamat, luka yang paling dalam bukan hanya fisik, tetapi kehilangan rumah dan orang tercinta yang tak tergantikan.
Posko siaga bencana kini berdiri di lokasi, memberikan bantuan logistik, pengungsian sementara, dan layanan kesehatan. Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, Kabid Humas Polda Kepri, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk membantu warga terdampak. Posko ini menjadi pusat koordinasi, dan kami mengimbau masyarakat untuk melaporkan kebutuhan mendesak agar dapat segera ditangani,” ujarnya.
Namun, ancaman belum berlalu. BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari mendatang, dengan risiko banjir dan longsor yang tetap tinggi.











