Gudangberita.co.id, Natuna – Ketua Yayasan Sinergi Inklusi Akses Pangan (SIAP) Natuna, Dediyanto, mendesak pemerintah segera merumuskan skema khusus distribusi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa-siswa di pulau-pulau kecil di luar Pulau Bunguran Besar, Natuna. Desakan ini muncul karena keterbatasan geografis yang menyulitkan perluasan program ke wilayah kepulauan terpencil.
Program MBG yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto telah berjalan sukses di Pulau Bunguran Besar, menjangkau hampir 4.000 siswa dari jenjang TK hingga SMA di sembilan sekolah. Namun, tantangan logistik dan biaya menjadi hambatan utama untuk menjangkau siswa di 16 kecamatan lainnya yang tersebar di pulau-pulau kecil.
“Jumlah siswa di tiap kecamatan jika digabung tidak sampai 1.000 orang. Mendirikan dapur permanen sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN) jadi tidak ekonomis,” kata Dediyanto yang juga Anggota DPRD Natuna dari Partai Gerindra, Selasa (22/7/2025).
Dediyanto, atau yang akrab disapa Atet, mengungkapkan adanya beban moral yang ia rasakan. Ia mengaku sering mendapat keluhan dari orang tua maupun pihak sekolah di pulau-pulau kecil yang mempertanyakan kapan anak-anak mereka bisa menikmati makanan bergizi dari program MBG.












