BatamZona Headline

Data Center KEK Nongsa Terseret Sengketa, Kontraktor Lokal Klaim Dirugikan Perusahaan China, Iklim Investasi Disorot

116
×

Data Center KEK Nongsa Terseret Sengketa, Kontraktor Lokal Klaim Dirugikan Perusahaan China, Iklim Investasi Disorot

Share this article
Foto udara pembangunan data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau
banner 468x60

Menurut Aljoni, PT JAJ telah menyelesaikan sejumlah pekerjaan pemancangan fondasi dan turap baja, namun sebagian besar pembayaran dan retensi justru ditahan. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada arus kas perusahaan, tetapi juga menimbulkan tekanan finansial dan operasional jangka panjang.

Pengamat pembangunan daerah menilai sengketa ini menjadi ujian bagi tata kelola proyek di KEK Nongsa. Proyek data center yang melibatkan investor asing semestinya dijalankan dengan standar kontrak yang jelas, mekanisme pembayaran transparan, serta perlindungan yang seimbang bagi mitra lokal.

BACA JUGA:  Ironi Hinterland Batam: Kemiskinan Ekstrem Tinggi, Fasilitas Pelayanan Publik di Galang Masih Minim

KEK tak cuma menarik investasi, tapi juga memastikan investasi itu berjalan sehat. Ketika kontraktor lokal merasa dirugikan, ini bisa saja menjadi sinyal negatif bagi ekosistem usaha.

Dalam kasus ini, PT JAJ mengklaim kerugian berasal dari pekerjaan yang telah diselesaikan namun belum dibayarkan, pemotongan kontrak secara sepihak, hingga kompensasi alat berat dan tenaga kerja yang tidak direalisasikan. Total kerugian disebut mencapai Rp3,4 miliar.

BACA JUGA:  Srikandi PLN Batam Tingkatkan Budaya Keselamatan di Lingkungan Pendidikan

Upaya penagihan melalui dua kali somasi tidak membuahkan hasil, sehingga PT JAJ akhirnya melaporkan PT CCYR ke Polda Kepulauan Riau. Langkah hukum ini dinilai sebagai upaya terakhir untuk mencari kepastian dan perlindungan hukum.