BatamZona Headline

Cerita Pilu PMI di Malaysia, Tubuh Disetrika dan Tidak Digaji Majikan

175
×

Cerita Pilu PMI di Malaysia, Tubuh Disetrika dan Tidak Digaji Majikan

Share this article
ART Asal Banyuwangi Disiksa Majikan di Malaysia. Dokumen Kedubes RI di Malaysia.
banner 468x60

Batam – Kasus kekerasan kembali dialami Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Kali ini menimpa Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Banyuwangi, Jawa Timur.

Korban berinisial Nani (39), menjadi mengalami luka bakar punggung dan lengan akibat disetrika dan disiram air panas majikan. Kedua mata Nani juga lebam akibat dipukul majikan.

Penyiksaan dialami Nani tak hanya fisik. Upahnya selama bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) tidak dibayar sejak bekerja pada Maret 2022.

Baca Juga:  FIF Wajib Serahkan BPKB dalam 7 Hari! BPSK Batam Menangkan Konsumen

Kepada Duta Besar RI untuk Malaysia, Hermono yang menjenguknya di Rumah Sakit Kuala Lumpur (HKL) pada 30 April 2023, Nani menceritakan bahwa penyiksaan dilakukan majikan sejak September 2022. Namun dia tidak berdaya karena dilarang ke luar rumah dan tidak diperbolehkan memegang alat komunikasi.

Penyiksaan Terbongkar Setelah Didengar Tetangga

Karena tidak tahan punggung dan lengannya disetrika, Nani berteriak sekuat tenaga hingga didengar oleh tetangganya. Teriakannya itulah yang mengakhiri penderitaan Nani setelah tetangga majikan melaporkan kepada kantor Kepolisi setempat.

Baca Juga:  Tol Laut di Natuna Dinilai Gagal Tekan Harga Sembako, Muatan Didominasi Agen Besar Bawa Material Bangunan

Polisi Resort Brickfield mengamankan Nani pada 23 Maret 2023 yang selanjutnya membawa Nani ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Menurut kepolisian Brickfield, majikan perempuan telah ditahan.

Nani menceritakan bahwa penyiksaan yang dialaminya selalu dilakukan di depan majikan laki-laki dan anak-anaknya, namun tidak ada yang mencegah kebrutalan majikan perempuan. Terlihat jelas bekas luka lama di beberapa bagian tubuh Nani. Rambutnya yang semula panjang pun digunting paksa dengan cara diseret ke kamar mandi. Jika dibandingkan foto Nani di paspor dan kondisinya sekarang, Hermono memperkirakan berat badan Nani turun sekitar 10 kg atau bahkan lebih.

Baca Juga:  ABI Ungkap Dugaan Perusakan Baru Hutan Lindung Tanjung Kasam Batam, Bukit Dipotong Seluas 8 Hektare

Mendengar cerita Nani, Hermono meminta pihak Kepolisian Malaysia untuk juga menuntut majikan laki-laki yang membiarkan penyiksaan oleh istrinya.