BatamBatam Punya CeritaZona Headline

Cerita Dibalik Nama-nama Pahlawan yang Disematkan di 6 Jembatan Barelang

1742
×

Cerita Dibalik Nama-nama Pahlawan yang Disematkan di 6 Jembatan Barelang

Share this article
Jembatan Barelang. (ist)
banner 468x60
  1. Jembatan Raja Kecik (Jembatan VI)
Jembatan Raja Kecik (Jembatan VI)

Sultan Abdul Jalil Syah atau Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I, dikenal juga dengan panggilan Raja Kecik dari Pagaruyung, adalah pendiri Kesultanan Siak Sri Inderapura. Asal usulnya diperdebatkan. Menurut legenda, ia adalah putra Sultan Mahmud Shah II dari Johor.

Dalam Syair Perang Siak, Raja Kecil putra Pagaruyung, didaulat menjadi penguasa Siak atas mufakat masyarakat di Bengkalis, sekaligus melepaskan Siak dari pengaruh Johor.

BACA JUGA:  Bupati Iskandarsyah di Pengukuhan HKKA: Tak Ada Sekat Perantau dan Warga Lokal demi Kemajuan Karimun

Berdasarkan Hikayat Siak, Raja Kecil dari Pagaruyung merupakan putra dari Sultan Mahmud, Sultan Johor yang terbunuh.

Dari suratnya kepada VOC, Raja Kecil memberitahukan bahwa ia akan menuntut balas atas peristiwa terbunuhnya Sultan Mahmud. Pada tahun 1717 Raja Kecil berhasil menguasai Kesultanan Johor sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai Sultan Johor, dengan gelar Yang Dipertuan Besar Johor, tetapi pada tahun 1722 karena pengkianatan beberapa bangsawan Johor, ia tersingkir dan kemudian pindah ke Siak dan menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pemerintahannya tahun 1723.

BACA JUGA:  Buntut Vonis Bebas Korupsi Rp8,3 M, Kejari Lingga 'Seret' Kasus Jembatan Marok Kecil ke Pengadilan Tinggi

Pada tahun 1724-1726 Sultan Abdul Jalil melakukan perluasan wilayah, dimulai dengan memasukan Rokan ke dalam wilayah Kesultanan Siak, membangun pertahanan armada laut di Bintan bahkan pada tahun 1740-1745 menaklukan beberapa kawasan di Kedah. Sultan Abdul Jalil Syah mangkat pada tahun 1746 dan dimakamkan di Buantan kemudian digelari dengan Marhum Buantan. Kemudian kedudukannya digantikan oleh putranya, yang bernama Sultan Mahmud.