BatamBatam Punya CeritaZona Headline

Cerita Dibalik Nama-nama Pahlawan yang Disematkan di 6 Jembatan Barelang

1697
×

Cerita Dibalik Nama-nama Pahlawan yang Disematkan di 6 Jembatan Barelang

Share this article
Jembatan Barelang. (ist)
banner 468x60

Jenazah Raja Haji Fisabilillah dimakamkan di Bukit Bendera Malaka, Malaysia, tetapi kemudian dipindahkan ke Pulau Penyengat oleh anaknya Raja Jakfar. Peristiwa 6 Januari 1784 kemudian diabadikan menjadi Hari jadi Kota Tanjungpinang dan Raja Haji Fisabilillah kemudian dijadikan Pahlawan Nasional Republik Indonesia.

  1. Jembatan Nara Singa (Jembatan II)
Jembatan Narasinga (Jembatan II) menghubungkan Pulau Tonton – Pulau Nipah

Raja Narasinga II merupakan Sultan keempat Kerajaan Indragiri. Sosok yang bernama asli Paduka Maulana Sri Sultan Alaudin Iskandarsyah Johan Zirullah Fil Alam tersebut merupakan pahlawan di semenanjung Sumatra dan Malaysia yang turut andil dalam mengusir penjajah Portugis.

  1. Jembatan Raja Ali Haji (Jembatan III)
BACA JUGA:  KM Makmur Jaya Terbalik di Perairan Bintan: 20 ABK Bertahan di Lambung Kapal, 9 Orang di Sekoci Dilaporkan Hilang
Jembatan Raja Ali Haji (Jembatan III) menghubungkan Pulau Nipah – Pulau Rempang

Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad atau juga dikenal dengan nama pena Raja Ali Haji adalah ulama, sejarawan, dan pujangga abad 19 keturunan Bugis dan Melayu. Dia terkenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa; buku yang menjadi standar bahasa Melayu

Raja Ali Haji adalah seorang sastrawan, sejarawan, dan ulama dari Kepulauan Riau. Raja Ali Haji terkenal sebagai pencipta dari Gurindam Dua Belas, yang memuat banyak nilai kegamaan, pendidikan karakter, budi pekerti, dan kesejarahan.

BACA JUGA:  Bayar Sampah Batam Bakal Gabung Tagihan Air? Ini Kata Li Claudia Chandra

Pada 2004, Raja Ali Haji dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional dan kerap dijuluki sebagai Bapak Bahasa Indonesia berkat pengaruhnya yang besar dalam perkembangan linguistik di Indonesia.Tidak diketahui pasti tanggal lahir Raja Ali Haji. Ia lahir pada 1808 di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.