Ia mengatakan, setelah melakukan pembunuhan itu, korban kemudian melarikan diri dari rumah.
Pada malam hari, korban sempat menumpang tidur di depan teras rumah warga, dan pada pagi harinya, naik angkutan umum menuju ke pelabuhan Tanjung Berlian untuk kabur.
“Korban sempat numpang tidur di teras rumah warga, dan pada pagi harinya ia mencari angkutan umum untuk ke Pelabuhan. Namun, upaya kaburnya gagal setelah tim gabungan Polres Karimun meringkus pelaku setelah turun dari angkutan umum,” katanya.
Sering cekcok
Iwan sendiri mengaku memendam sakit hati dalam kehidupan rumah tangganya selama ini. Ia sering cekcok dengan istrinya. Iwan merasa tak diperlakukan dengan baik sebagai suami oleh sang istri.
“Kami sering betengkar. Saya pulang dia nggak masak. Bahkan saya disuruh makan sendiri, nyuci pakai sendiri. Dia bilang kalau bukan babu,” cerita Iwan, usai diamankan polisi.
Yang membuat ia bertambah kesal dengan keadaan itu, mertuanya kerap ikut campur. Bahkan dikatakan Iwan, mertuanya menyuruh anaknya mencari suami lain dan menceraikan dirinya.
Hal itu dipendam Iwan menjadi sakit hati selama ini. Hal itu akhirnya pecah saat ia mulai curiga istrinya ada selingkuhan, bahkan hingga melakukan video call dengan laki-laki lain yang membuat Iwan cemburu.












