Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru ngaji rumahan yang selama ini dengan penuh keikhlasan mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di kampung-kampung.
Menurut Cen, keberadaan guru ngaji memiliki peran penting dalam memberantas buta baca Al-Qur’an sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak dan moral kepada generasi muda.
“Peran guru ngaji rumahan sangat besar. Mereka bukan hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk akhlak dan karakter generasi kita,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Natuna sendiri mencatat sekitar 600 guru ngaji rumahan. Termasuk marbot masjid yang selama ini berkontribusi dalam pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, wakil bupati Jarmin Sidik menyampaikan, bahwa selama satu tahun masa pemerintahannya, fokus utama pemerintah daerah masih pada upaya menuntaskan kewajiban keuangan daerah, termasuk melunasi utang pemerintahan sebelumnya pada 2024.
“Alhamdulillah, secara bertahap kewajiban tersebut terus kita selesaikan, sehingga ke depan ruang fiskal daerah bisa lebih kuat untuk program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.













