Li Claudia memastikan bahwa tempat bermain sang buaya akan segera dipindahkan ke lokasi yang jauh lebih layak dan aman, yakni ke penangkaran khusus.
“Kami segera menindaklanjuti laporan ini dengan berkoordinasi bersama pihak terkait. Buaya tersebut akan diupayakan untuk dievakuasi dan dipindahkan ke penangkaran di Pulau Bulan agar tidak membahayakan warga,” tegas Li Claudia di sela-sela peninjauannya.
Tak hanya mengurus buaya yang salah pilih tempat main, Li Claudia juga memanfaatkan momen ini untuk memeriksa kondisi kebersihan di sekitar Perumahan Anugerah Renggali.
Ia mengingatkan warga bahwa saluran air yang kotor dan dipenuhi sampah bisa memicu ketidaknyamanan, sekaligus mengundang datangnya satwa liar.
Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan agar kawasan Tembesi bisa bersih dari sampah dan tentunya, bersih dari ancaman buaya parit.
“Pemerintah Kota Batam saat ini terus melakukan penataan dan pembenahan di berbagai sektor. Secara bertahap, kita menata Batam agar semakin bersih, nyaman, dan aman bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Di akhir kunjungannya, Li Claudia mengimbau para orang tua untuk menjaga anak-anak mereka agar tidak mendekati area parit terlebih dahulu hingga tim evakuasi berhasil mengamankan buaya raksasa tersebut.













