Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa pengembangan New Nagoya merupakan bagian dari visi Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan dan ramah pejalan kaki.
Menurutnya, kawasan New Nagoya akan dilengkapi jalur pedestrian sepanjang kurang lebih 4,7 kilometer, yang terintegrasi dari Pelabuhan Harbour Bay—sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia—hingga Nagoya City Walk, Grand Batam Mall, dan kawasan Jalan Taman Kota yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Pakuwon Mall.
“Konsep ini bertujuan menghidupkan kembali kawasan Nagoya sebagai pusat wisata, ekonomi, dan UMKM yang nyaman bagi pejalan kaki. Kita mulai dari Pelabuhan Harbour Bay dengan harapan wisatawan mancanegara dapat langsung menikmati kawasan ini,” kata Mouris.
Ia menambahkan, momentum dua hari besar keagamaan yang akan datang, yakni Imlek dan Idulfitri, menjadi langkah awal untuk menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan wisata New Nagoya.
Namun demikian, BP Batam menilai perlu adanya penataan terhadap pelaku UMKM, khususnya yang berada di sepanjang Jodoh Boulevard, agar kawasan tersebut tampil lebih rapi dan tertata.







