NatunaPerspektif

Kepergok Istri Bermesraan dengan Pembantu di Rumah, Moral Oknum Camat di Natuna Dipertanyakan

577
×

Kepergok Istri Bermesraan dengan Pembantu di Rumah, Moral Oknum Camat di Natuna Dipertanyakan

Share this article
banner 468x60

Publik menilai, kedekatan personal yang melampaui batas kewajaran antara pejabat dan pembantu rumah tangga yang tinggal serumah dan bergantung secara ekonomi, tidak bisa dipandang sebagai persoalan domestik semata. 

Ada dimensi keteladanan, integritas, dan penyalahgunaan posisi yang patut dievaluasi secara serius.

“Meskipun diklaim suka sama suka. Seorang pejabat publik dituntut memiliki standar moral lebih tinggi dibanding warga biasa,” ujar salah seorang warga di Ranai.

BACA JUGA:  Detik-Detik Pemadaman Api di Bunguran Batubi Natuna, Angin Kencang Jadi Musuh Utama

MS diketahui tinggal di rumah Jd dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dalam konteks ini, relasi atasan dan bawahan tidak hanya bersifat formal, tetapi juga sosial dan ekonomi. 

Situasi tersebut menempatkan pejabat publik pada posisi dominan, yang secara etika menuntut kehati-hatian ekstra dalam menjaga batasan.

Terlepas dari klaim bahwa hubungan tersebut tidak disertai paksaan, fakta bermesraan di ruang privat rumah camat pada waktu dini hari telah memunculkan kegelisahan publik. 

BACA JUGA:  Kerja Sama Natuna–Hainan: Angin Segar Bagi UMKM dan Pelaku Usaha Lokal

Banyak pihak menilai, tindakan tersebut mencederai nilai kepatutan dan mencoreng marwah jabatan camat sebagai representasi negara di tingkat kecamatan.

Pemerintah Kabupaten Natuna sendiri telah menonaktifkan Jd dari jabatannya sebagai camat. Langkah ini dipandang sebagai upaya menjaga wibawa pemerintahan dan mencegah terganggunya pelayanan publik, tanpa mendahului proses hukum yang masih berlangsung di Polres Natuna.

BACA JUGA:  Ancaman Mangkrak Nyata! Ini 4 Risiko Hukum yang Bisa Hentikan Pembangunan Pasar Induk Jodoh