Gudangberita.co.id, Batam– Komisi I DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) panas terkait dugaan “permainan” harga rumah subsidi di Perumahan Rhabayu Estuario, Sekupang, Jumat (20/2/2026). Sayangnya, upaya mencari solusi tersebut terhambat akibat mangkirnya pihak pengembang dan perbankan.
Rapat yang dipimpin oleh anggota Komisi I Muhammad Fadli SH bersama Sekretaris Komisi I Anwar Anas ini sempat berlangsung sengit. Warga selaku konsumen merasa dipermainkan terkait harga transaksi rumah yang dinilai jauh lebih tinggi dari ketentuan harga rumah subsidi yang seharusnya.
Meskipun dihadiri oleh instansi lintas sektoral seperti BP Batam, BPN, Dinas Perkimtan, hingga KPP Pratama, ketidakhadiran PT Intan Karya Lestari selaku pengembang dan pihak Bank Tabungan Negara (BTN) menuai kekecewaan.

Ketidakhadiran dua pihak paling berkepentingan ini membuat duduk perkara mengenai skema harga belum menemui titik terang. Anggota Komisi I, Muhammad Fadli, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kami akan kembali menjadwalkan RDPU lanjutan. Pihak yang paling berkepentingan tidak hadir hari ini, padahal kami ingin mengurai persoalan ini agar solusinya jelas bagi warga,” tegas Fadli di hadapan perwakilan konsumen dan organisasi GEMPA.













