Gudangberita.co.id, Natuna – Di tengah tingginya kebutuhan akses transportasi udara yang layak, pertanyaan besar kembali mengemuka: Apakah Natuna sebenarnya memiliki lokasi yang benar-benar ideal untuk membangun bandara sipil baru yang mandiri dari aktivitas militer?
Jawabannya mengarah pada satu titik yang sejak lama sesungguhnya sudah disiapkan, Teluk Buton.
Wacana pembangunan bandara sipil Natuna kembali mencuat setelah Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengajukan proposal pembangunan bandara komersial kepada Komisi V DPR RI. Langkah ini dinilai sebagai babak baru memperjuangkan infrastruktur udara yang selama puluhan tahun terkendala pemanfaatan Lanud Raden Sadjad sebagai bandara utama yang berorientasi militer.
Meski Pemda pernah membangun enclave sipil di Lanud Ranai, lokasi tersebut tetap berada dalam ruang terbatas yang tidak memungkinkan pengembangan penerbangan komersial secara maksimal.
Sebenarnya, Lokasi ‘Sempurna’ Itu Sudah Direncanakan Sejak Era 1980-an
Penelusuran rencana awal pembangunan menunjukkan bahwa Indonesia sejatinya sudah memiliki masterplan lokasi bandara Natuna sejak 40 tahun lalu.
Pada era Presiden BJ Habibie, Badan Pengusahaan Pengembangan Pulau Natuna (BP3N) dari pemerintah pusat telah menetapkan Teluk Buton sebagai lokasi calon bandara sipil.













