NatunaZona Headline

Benarkah Natuna Punya Lokasi ‘Sempurna’ untuk Bandara Baru? Ini Data dan Alasannya

786
×

Benarkah Natuna Punya Lokasi ‘Sempurna’ untuk Bandara Baru? Ini Data dan Alasannya

Share this article
Pesawat hercules milik TNI AU melintas dengan pemandangan Gunung Ranai. (Foto: Dok. TNI AU)
banner 468x60

BP3N menilai Teluk Buton unggul dalam beberapa aspek teknis yang krusial bagi penerbangan:

  • Lahan luas dan landai, mempermudah pembangunan runway standar komersial.
  • Minim obstacle alam, sehingga manuver pesawat lebih aman dan fleksibel.
  • Arah angin dan kontur wilayah dinilai mendukung aktivitas take off dan landing.

Pada masa itu, kendala utama hanyalah infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, telekomunikasi, dan air yang belum memadai.

BACA JUGA:  Pulau Panjang Subi Segera Masuk Rute Angkutan Laut Perintis

Namun kondisi Natuna kini sudah jauh berbeda, dengan pembangunan infrastruktur yang terus dipacu sejak era 1990-an hingga 2025.

Bandingkan dengan Lokasi Lain: Cemaga, Penarik, dan Ranai

Selain Teluk Buton, ada beberapa lokasi lain yang pernah disebut sebagai opsi bandara:

  • Cemaga memiliki kontur datar, namun lebih cocok untuk bandara pendukung sektor perkebunan.
  • Penarik, dinilai tepat untuk bandara khusus layanan Pertamina.
BACA JUGA:  Cen Sui Lan Salurkan 1 Ton Pupuk dan 100 Kilogram Pestisida Serta Rp 20 Juta Untuk Petani Batubi

Lanud Raden Sadjad memiliki obstacle Gunung Ranai setinggi 1.000 mdpl, yang membatasi fleksibilitas penerbangan pesawat besar.

Dari seluruh pilihan tersebut, Teluk Buton tetap menjadi satu-satunya lokasi yang diakui memiliki potensi bandara sipil skala nasional yang benar-benar mandiri.

Dorongan masyarakat agar bandara sipil dibangun semakin kuat. Warga berharap Bupati Cen Sui Lan memperjuangkan agar proyek ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) berikutnya.

BACA JUGA:  Penting bagi Orang Tua! Ini Catatan Polda Kepri Usai Cek 5 Daycare di Kota Batam

Cen sendiri menegaskan bahwa pembangunan bandara sipil bukan sekadar proyek transportasi, tetapi bagian dari visi besar Natuna sebagai wilayah perbatasan yang harus mandiri secara ekonomi.

“Bandara sipil ini bukan hanya soal transportasi, tetapi soal kemandirian daerah perbatasan dan harga diri bangsa,” tegas Cen Sui Lan.